Bagi Anda pencinta bangunan bersejarah, Hotel Majapahit bisa
menjadi akomodasi pilihan di Surabaya. Lebih dari sekadar tempat menginap,
bangunan hotel sendiri sudah merupakan obyek wisata sejarah yang menarik. Pada
1910, Lucas Martin Sarkies, pengusaha hotel lintas benua, membangun hotel ini
dengan nama Oranje dengan desain arsitektur art
deco.
Selama hampir 100 tahun perjalanannya, sudah banyak
peristiwa bersejarah yang disaksikannya. Ketika hotel itu bernama Hotel Yamato,
insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda terjadi. Peristiwa itu
kemudian memicu pertempuran Surabaya, perlawanan terdahsyat Indonesia terhadap
tentara Inggris.
Karena nilai sejarahnya, Hotel Majapahit termasuk cagar
budaya kota Surabaya. Meski berganti-ganti pemilik, keaslian bangunan tetap
terjaga. Pada 2006, Hotel Majapahit mendapatkan penghargaan ASEAN Cultural Preservation
Effort dari ASEAN Tourism Association. Ini sebuah penghormatan bagi lembaga
atau perusahaan yang mampu menjaga nilai sejarah bangunan.
Berjalan menyusuri lorong-lorong hotel akan membawa kita
kepada kenangan masa lalu. Dindingnya sengaja dibiarkan berwarna putih kusam
seperti umumnya gedung peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Tangga dan
furnitur yang kebanyakan dari kayu jati, dibiarkan apa adanya. Semua perabot,
kusen, sampai anak tangga masih dibiarkan seperti aslinya. Porselen lantainya
masih buatan awal abad 20 yang ornamennya lebih kasar dibanding porselen buatan
pabrik modern.
Spot paling menyejukkan dari hotel ini adalah taman yang
terletak di tengah-tengah hotel. Beningnya air mancur dan pohon-pohon berusia
ratusan tahun menghadirkan suasana yang tenteram. Anda bisa berlama-lama di
sini untuk membaca buku favorit atau sekadar berdiam diri sambil menenangkan
pikiran.
Di hotel itu ada 143 kamar. Ukuran terkecil adalah Garden
Terrace Rooms sebanyak 55 kamar dengan luas 44 meter persegi hingga 57 meter
persegi. Sewa kamar mulai di tarif US$140 per malam. Uniknya di sana tersedia
kamar Presidential Suite-nya berluas 800 meter persegi. Ini tercatat sebagai
kamar hotel terbesar di Asia dengan harga sewa US$ 2000 per malam.
Sisca Febriyanti, Public
Relation Coordinator Hotel Majapahit, mengatakan hotel ini berkonsep boutique yang mengutamakan pelayan
personal terhadap setiap tamu. Beberapa
kepala negara dan pejabat asing pernah menginap di ruang itu. Sebut saja Gus
Dur, Megawati, Her Excellency Annemarie Jorritsma (Deputi Perdana Menteri
Belanda), Her Royal Highness Princess Galyani Vadhana (Ratu Thailand), Bill
Skate dan Rarua Skate (The Honorable Prime Minister Papua New Guinea). Malah
Christian Karembeau pesepakbola Prancis dan artis Adriana Sklenarikova pernah
pula bermalam di sini.

No comments:
Post a Comment