Friday, November 6, 2015

Tamasya ke Awal Abad-20



Bagi Anda pencinta bangunan bersejarah, Hotel Majapahit bisa menjadi akomodasi pilihan di Surabaya. Lebih dari sekadar tempat menginap, bangunan hotel sendiri sudah merupakan obyek wisata sejarah yang menarik. Pada 1910, Lucas Martin Sarkies, pengusaha hotel lintas benua, membangun hotel ini dengan nama Oranje dengan desain arsitektur art deco.  

Selama hampir 100 tahun perjalanannya, sudah banyak peristiwa bersejarah yang disaksikannya. Ketika hotel itu bernama Hotel Yamato, insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda terjadi. Peristiwa itu kemudian memicu pertempuran Surabaya, perlawanan terdahsyat Indonesia terhadap tentara Inggris. 

Karena nilai sejarahnya, Hotel Majapahit termasuk cagar budaya kota Surabaya. Meski berganti-ganti pemilik, keaslian bangunan tetap terjaga. Pada 2006, Hotel Majapahit mendapatkan penghargaan ASEAN Cultural Preservation Effort dari ASEAN Tourism Association. Ini sebuah penghormatan bagi lembaga atau perusahaan yang mampu menjaga nilai sejarah bangunan.  

Berjalan menyusuri lorong-lorong hotel akan membawa kita kepada kenangan masa lalu. Dindingnya sengaja dibiarkan berwarna putih kusam seperti umumnya gedung peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Tangga dan furnitur yang kebanyakan dari kayu jati, dibiarkan apa adanya. Semua perabot, kusen, sampai anak tangga masih dibiarkan seperti aslinya. Porselen lantainya masih buatan awal abad 20 yang ornamennya lebih kasar dibanding porselen buatan pabrik modern.

Spot paling menyejukkan dari hotel ini adalah taman yang terletak di tengah-tengah hotel. Beningnya air mancur dan pohon-pohon berusia ratusan tahun menghadirkan suasana yang tenteram. Anda bisa berlama-lama di sini untuk membaca buku favorit atau sekadar berdiam diri sambil menenangkan pikiran. 

Di hotel itu ada 143 kamar. Ukuran terkecil adalah Garden Terrace Rooms sebanyak 55 kamar dengan luas 44 meter persegi hingga 57 meter persegi. Sewa kamar mulai di tarif US$140 per malam. Uniknya di sana tersedia kamar Presidential Suite-nya berluas 800 meter persegi. Ini tercatat sebagai kamar hotel terbesar di Asia dengan harga sewa US$ 2000 per malam. 

Sisca Febriyanti, Public Relation Coordinator Hotel Majapahit, mengatakan hotel ini berkonsep boutique yang mengutamakan pelayan personal terhadap setiap tamu.  Beberapa kepala negara dan pejabat asing pernah menginap di ruang itu. Sebut saja Gus Dur, Megawati, Her Excellency Annemarie Jorritsma (Deputi Perdana Menteri Belanda), Her Royal Highness Princess Galyani Vadhana (Ratu Thailand), Bill Skate dan Rarua Skate (The Honorable Prime Minister Papua New Guinea). Malah Christian Karembeau pesepakbola Prancis dan artis Adriana Sklenarikova pernah pula bermalam di sini.

No comments:

Post a Comment