Monday, March 28, 2016

IIMS Lebih Luas, BIMS Lebih Ramai



Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 akan digelar pada 18-28 September di JIExpo. Dalam pameran tahun ini, lahan pameran akan bertambah luas 10 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi 83.137 meter persegi. Perluasan itu guna menampung 36 merek anggota Gaikindo dan lebih dari 200 industri pendukung yang menjadi peserta pameran. Sementara untuk pengunjung pameran ditargetkan mencapai 380.000 orang.


Upaya perluasan itu dilakukan dengan menambah luas tenda pameran di area open space. “Ada penambahan tenda karena peserta memang semakin banyak,” ujar Abiyoso Wietono, Automotive Events Division Manager Dyandra Promosindo, selaku organizer IIMS 2014.
Dibandingkan pameran serupa di Bangkok, area pameran IIMS sudah jauh lebih besar. Pelaksanaan Bangkok International Motor Show (BIMS) 2014 yang berlangsung pada 26 Maret hingga 6 April di Challenger Impact Muang Thong Thani, hanya menggunakan area pameran berluas 60.000 meter persegi (net space). Dari jumlah peserta pameran, BISM hanya diikuti oleh 28 merek mobil, 9 merek motor, 7 audio maker, dan lebih dari 80 industri pendukung. 
Namun, dari sisi jumlah pengunjung dan hasil penjualan mobil selama pameran, BIMS masih lebih unggul. BIMS berhasil mendatangkan sekitar 1,7 juta pengunjung dan membukukan penjualan hingga 40.000 kendaraan. Sementara pengunjung IIMS masih bertengger di angka 300.000 dan hanya berhasil menjual sekitar 20.000 unit kendaraan pada tahun 2013.  


Sementara itu, sejumlah agen pemegang merek telah berencana untuk memamerkan teknologi terbarunya di IIMS 2014. Daihatsu misalnya, akan menampilkan enam unit mobil konsep dan tujuh unit mobil current model. Subaru juga memanfaatkan ajang IIMS untuk meluncurkan tiga produk baru bagi pasar Indonesia, yakni All-New WRX, WRX STI, dan XV STI Performance Editions. Selain itu, Subaru akan turut memamerkan kendaraan konsep dari Forester Cutaway dan varian VIZIV yang  sebelumnya dipamerkan untuk pertama kalinya di the 84th Geneve Motor Show awal tahun ini.

Friday, March 18, 2016

Tips Menangani Dangerous Good Keperluan Pameran

Dalam sebuah pameran internasional bertema pertahanan, semisal pameran Indo Defence yang berlangsung pada November mendatang, banyak terdapat barang pameran yang termasuk kategori dangerous good yang pemasukannya tentu saja memerlukan izin khusus. Karena itu, freight forwarder dan organizer pameran harus memahami betul perizinan yang diperlukan. Bila salah penanganan, bukan tak mungkin stan pameran exhibitor bakal kosong karena barang pameran terlambat proses importasinya atau bahkan tidak mendapatkan ijin keluar dari Bea Cukai.

Agar hal itu tak terjadi, berikut ini beberapa tips yang dapat menjadi catatan para exhibitor, freight forwarder, dan juga organizer dalam menangani dangerous goods:

Pengertian Dangerous Goods     
Terminologi dangerous goods ialah suatu barang berbahaya yang terbuat dari bahan atau zat yang berpotensi dapat membahayakan secara nyata terhadap kesehatan, keselamatan, atau harta milik. Bahaya yang ditimbulkan akan berakibat pada keselamatan. Adapun yang termasuk dalam dangerous goods adalah bahan peledak (termasuk di dalamnya amunisi dan flare gun), bahan gas, cairan yang mudah terbakar, bahan padat yang mudah terbakar, zat yang beroksidasi, serta bahan beracun, radioaktif, korosif, dan bahan berbahaya lainnya.

Cermat Memilih Freight Forwarder
Tak semua freight forwarder (FF) berpengalaman menangani barang-barang pameran, terutama yang termasuk dangerous goods. Menggunakan jasa perusahaan FF yang menjadi anggota ASPERAPI mungkin dapat menjadi salah satu cara mengurangi risiko dalam hal penanganan barang pameran. Untuk mengetahui siapa saja perusahaan FF yang menjadi anggota ASPERAPI, silakan kunjungi situs www.ieca.or.id.

Izin dari POLRI dan BAIS
Menyoal mekanisme penanganan barang pameran yang termasuk kategori dangerous good, misalnya senjata api, prosesnya kurang lebih sama dengan penanganan barang pameran lainnya. Namun, untuk keperluan custom clearance di bandara atau di pelabuhan harus melampirkan surat rekomendasi dari POLRI dan Badan Intelijen Strategis (BAIS). Untuk itu, jauh hari sebelum barang tiba, perusahaan FF harus melaporkan daftar barang pameran yang dibawa kliennya ke POLRI dan BAIS.

Cek Izin Importasi 
Importasi barang pameran perlu diperhatikan peruntukan barang dangerous goods yang diimpor, apakah barang tersebut tidak habis dipakai, jelas penggunaannya, izin impornya terpenuhi, kewajiban kepabeanannya terpenuhi, serta jaminan terhadap barang dipenuhi. Barang dangerous goods yang telah digunakan untuk tujuan pameran harus jelas eksportasinya (sama dengan waktu importasinya) apabila telah habis jangka waktu izin impor sementaranya atau perpanjangannya berakhir, kecuali ada hal-hal tertentu misalnya mengalami kerusakan waktu penggunaan atau hilang tanpa unsur kesengajaan.

Strong Room
Untuk barang-barang pameran yang bersifat dangerous good, misalnya senjata api, akan disimpan di Strong Room yang turut diawasi oleh organizer, instansi berwenang, dan venue owner. Dan untuk memastikan ketentuan izin impor sementara terpenuhi, pejabat bea dan cukai dapat melakukan pemeriksaan sewaktu-waktu untuk memastikan jumlah dan jenis barang impor sementara dan masih berada di lokasi penggunaan (lokasi pameran).



Thursday, March 17, 2016

Dari Atap Turun ke Lantai


Ajang pamer teknologi bangunan dan edukasi konsumen, sekaligus mengintip kemajuan negara pesaing.

Meski pasokan gas tahun 2006 minim, yang berimbas pada industri pupuk dan keramik, ternyata industri ini terus menggeliat. Permintaan yang tinggi lantaran pembangunan real estat dan pusat pertokoan yang tak henti sanggup menghidupkan industri ini. Geliat itu juga terasa di arena Jakarta Convention Center, 11-15 Juli 2007, tempat dilangsungkannya pameran keramik di Hall A dan teknologi bangunan di Hall B.
Sebuah koridor meng-hubungkan kedua area itu, yang membuat pengunjung tak merasa mengunjungi dua jenis pameran. Perpaduan dua pameran ini mirip dengan tahun lalu ketika pameran Indonesia Building Technology dipadukan dengan  properti. Jurus ini dipakai lantaran, menurut Topan Hakim, Manajer Promosi PT Debindo, event organizer acara ini, “Ketika pameran disatukan bisa mendatangkan 40 ribu lebih pengunjung.”
Dari namanya, Indo Asia Ceramic, pameran ini memang mencerminkan perkembangan industri keramik di sebagian kawasan ini. Setidaknya, dari 53 peserta pameran, 23 di antaranya berasal dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Cina. Tahun depan, penyelenggara berniat menggandeng asosiasi keramik Asia agar peserta dari seluruh kawasan ini mengikuti ajang tersebut.
Pameran ini bukan sekedar menjual produk. Menurut Endang Sabariah, Sekretaris Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian, pameran ini sekaligus untuk mengukur kekuatan industri keramik negara pesaing. “Kita dapat membandingkan produk kita dengan produk luar,” ujarnya. Apa lagi, saat ini banyak produk keramik dari Cina yang masuk Indonesia.
Salah satu perusahaan yang optimistis mampu menembus pasar Indonesia adalah PT China Glaze. Perusahaan asal Taiwan ini bukan produsen keramik untuk end user. “Kami pemasok bahan baku, raw material, chemical, dan machinery untuk industri keramik,” papar Endang Kusendang, Technician PT Cerachemi

International, anak perusahaan PT China Glaze, yang beroperasi di Indonesia.
Target China Glaze dalam event ini sekedar promosi. Saat ini China Glaze masih berada di urutan dua pemasok industri keramik di Indonesia, meski di Asia menempati nomor wahid. “Umur kami masih dua tahun, masih banyak waktu mengejar pemain lama di Indonesia,” ujar Endang Kusendang.
Lain halnya dengan Fascatti, produsen batu marbel dan granit, yang telah lima kali mengikuti pameran ini. Perusahaan ini ingin menjaring transaksi Rp 5 miliar. “Kami membawa contoh produk, pemesanan akan datang enam minggu kemudian. Ada pula pesanan khusus granit tertentu yang diambil dari beberapa negara Eropa,” papar Andreas, Manajer Pemasaran Fascatti.
Kabar bagus juga datang dari Indonesia Building Technology. Pameran ini mampu mencapai 174 peserta. “Dibanding tahun lalu yang pesertanya hanya 74 peserta, kenaikannya tentu lebih besar,” kata Topan Hakim. Pameran ini menampilkan produk temuan baru dari bahan material semisal bata ringan, seng, bahan aluminium, hingga aksesoris mungil seperti saklar lampu dan gantungan baju.
Topan tak bisa memperrkirakan nilai transaksi selama pameran, pasalnya formulir transaksi tak diisi. “Transaksi biasanya terjadi usai pameran. Mereka ke sini hanya untuk memamerkan produk baru,” ujarnya.
Pameran teknologi bangunan ini bisa menjadi rujukan masyarakat yang akan membangun rumah pun merenovasi rumah mereka. Seperti pasangan Sundjaja, pegawai salah satu bank asing. Dia ingin membangun rumah untuk anaknya, sebagai kado pernikahan. “Kami sudah mereka-reka warna dan bentuk, sekarang tinggal mencocokkan dengan bahannya,” ujar Sandjaja.
Ini juga sekaligus ajang pengenalan teknologi bangunan kepada publik. Beberapa pengunjung, umpamanya, baru mengetahui di arena ini bahwa kini sedang tren aluminium alloy menjadi pengganti kayu. Selain anti rayap, perawatannya pun mudah. Bahan logam ringan ini mudah dipasang dan tahan terhadap cuaca yang berubah-ubah. Harganya pun bersaing dengan kayu jati. Untuk ukuran satu meter persegi mulai sejuta rupiah.
Ada produk powder coating, anodizing, dan wood finished aluminium. “Kami hanya ingin memperkenalkan produk kami agar langsung menyentuh end user,” ucap Bagus Permadi Darmokusumo, staf pemasaran PT Prima Metaltek. Produk yang mereka tawarkan memang unik. Ketika kayu mulai menipis dan biaya perawatannya tinggi, perusahaan ini mengubah alumunium dan memberi corak kayu jati, eboni, jati Belanda. “Itulah teknologi powder coating,” ujarnya.
Banyak pilihan teknologi dan produk ditawarkan di pameran ini. Dari atap hingga lantai. Tinggal Anda sebagai konsumen menentukan pilihan mana yang pas dengan dompet dan selera.
Fast Fact

pameran
 Indo Asian Ceramic 2007 dan Indonesia Building Technology 2007

Event organizer
PT Debindo Multi Adhiswasti

Waktu
11 – 15 Juli 2007

Peserta
174 (Indonesia Building Technology 2007) 53 (Indonesia Asian Ceramic 2007)

Pengunjung

40 ribu lebih